MOS Berbasis Wawasan Kebangsaan

Membina masyarakat Indonesia menuju masyarakat bermartarbat

Panduan

PETUNJUK OPERASIONAL PEMBINAAN

MASA ORIENTASI SISWA BERBASIS WAWASAN KEBANGSAAN

KOTA BOGOR, 2009

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Bogor

Dewan Harian Cabang 45 Kota Bogor

Kata Pengantar

Masa Orientasi Siswa Berbasis Wawasan Kebangsaan (MOS-BWK) di Kota Bogor merupakan yang pertama di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi model pengembangan wawasan kebangsaan bagi generasi muda di Indonesia.

Hasil evaluasi secara langsung oleh Walikota Bogor pada tanggal 14 Juli 2008 tentang penyelenggaraan MOS-BWK tahun 2008 menunjukkan bahwa pelaksanaan pada tahun 2009 perlu ditingkatkan kualitasnya maupun cakupan sekolah yang mengikutinya.

Untuk itu, DHC BPK’45 Kota Bogor dan Disdikpora Kota Bogor pada tanggal 14 Mei 2009 dan 22 Mei 2009 mengadakan permusyawaratan dan pada tanggal 17 Juni 2009 menyusun Surat Keputusan Bersama untuk melaksanakan Pemantapan Komunikator dalam rangka MOS-BWK tingkat SLTP, SLTA dan sederajat tahun 2009. Adapun kegitannya adalah sebagai berikut:

  1. Pengayaan materi pemantapan komunikator dan penyusunan Petunjuk Operasional Pembinaan MOS-BWK Kota Bogor 2009; 17 Juni s.d. 8 Juli 2009.

  2. Pelaksanaan pemantapan komunikator yang diikuti oleh seluruh perwakilan panitia MOS dari SLTP, SLTA dan sederajat di Kota Bogor; 9 Juli 2009.

  3. Upacara pembukaan MOS-BWK di Balai Kota Bogor, 13 Juli 2009 dilanjutkan dengan pelaksanaan MOS-WBK di masing-masing sekolah; 13-18 Juli 2009.

  4. Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan MOS-BWK di masing-masing sekolah dalam bentuk (a) kunjungan ke sekolah-sekolah dan (b) analisis laporan pelaksanaan MOS-BWK di masing-masing sekolah.

  5. Penyerahan (a) sertifikat dari Disdikpora kepada peserta pemantapan komunikator pada acara Upacara Pembukaan MOS-BWK Kota Bogor; (b) penghargaan dari DHC BPK’45 kepada guru-guru pemateri MOS-BWK di masing-masing sekolah; serta (c) penghargaan Pemerintah Kota Bogor bagi sekolah yang telah melaksanaan MOS-BWK dan menyerahkan laporannya; Sebagai catatan penyerahan penghargaan Pemerintah Kota Bogor bagi sekolah pelaksana MOS-BWK diusulkan untuk diadakan berkaitan dengan peringatan HUT RI, 17 Agustus 2009.

Pelaksanaan MOS-BWK ini diharapkan berjalan dengan lancar dalam lindungan Allah Yang Maha Esa. Amin.

Bogor, Juli 2009

 

Hormat Kami,

Tim Penyusunan/Panitia MOS-BWK Kota Bogor

Bagian-1

PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG

Penerimaan peserta didik baru dan pembinaan masa orientas siswa (MOS) telah menjadi tradisi setiap tahun ajaran baru. MOS menjadi sangat penting karena merupakan pintu gerbang bagi peserta didik untuk mengikuti sistem pendidikan sesuai dengan jenis, jenjang dan kurikulum pendidikan yang akan diikutinya.

Pada hakekatnya MOS merupakan implementasi dari fungsi pendidikan nasional. Sebagaimana dijelaskan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003 bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan nasional adalah menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 disebutkan bahwa pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar, yaitu (1) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) belajar untuk memahami dan menghayati, (3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat efektif, (4) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (5) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

MOS mempunyai fungsi yang strategis dalam proses pendidikan, terutama dalam membentuk watak jati diri bangsa Indonesia. Selain sebagai pintu gerbang untuk memulai menegakkan lima pilar bejajar, MOS juga mempunyai arti penting bagi peserta didik untuk menyadari tugas dan kewajibannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, sebagai warga Kota Bogor, sebagai warga negara, sebagai warga dunia maupun sebagai anak bangsa yang mengemban tanggungjawab dalam mengisi kemerdekaan NKRI, 17 Agustus 1945 maupun mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Mengingat besarnya peran strategis MOS sebagai wahana dalam menempa dan menghasilkan kader pemimpinan bangsa, maka dalam rangka merealisasikan arahan Wali Kota Bogor, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Bogor bekerjasama dengan Dewan Harian Cabang Badan Pembudayan Kejuangan’ 45 Kota Bogor berinisiatif untuk menyelenggarakan MOS Berbasis Wawasan Kebangsaan (MOS-BWK).

B. LANDASAN

  1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

  2. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2005;

  3. Undang Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Sistem Pertahanan Nasional;

  4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

  5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

  6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kota;

  7. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar;

  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;

  9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan;

  10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik Yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;

  11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;

  12. Peraturan Daerah Kota Bogor No.13 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Lembaran Negara RI No.125 tahun 2004;

  13. Surat Edaran Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 220/C/MN2008 tanggal 18 Januari 2008, perihal kegiatan “Masa Orientasi Siswa”;

  14. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Nomor 421.2/165 Disdik Tahun 2008 tentang Pertunjuk Operasional Penerimaan Calon Siswa/Peserta Didik Baru TK/RA dan Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2008-2009;

  15. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan dan Kejuangan 45 Kota Bogor;

  16. Naskah Bersama (MoU) tentang Pembudayaan Nilai-Nilai Kejuangan Bangsa antara Disdikpora dan DHC BPK’45 Tanggal 14 Juli 2008;

  17. Surat Keputusan Bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Bogor dan Ketua Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kota Bogor, Nomor 420/222-Disdikpora Nomor 01/KEP/DHC-45/VI/2009 tanggal 17 Juni 2009, tentang Pengukuhan Panitia Pelaksana Pemantapan Komunikator Dalam Rangka Masa Orientasi Siswa (MOS) Berbasis Wawasan Kebangsaan Tingkat SLTP, SLTA dan sederajat Tahun 2009;

  18. Hasil Permusyawaratan Rapat Koordinasi antara DHC BPK’45 Kota Bogor dan Disdikpora Disdikpora Tanggal 14 Mei 2009 dan 22 Mei 2009;

C. TUJUAN DAN SASARAN

SASARAN

Sasaran MOS-BWK adalah peserta didik baru dengan mengikutsertakan kakak kelas, guru, tenaga penunjang kependidikan, atau pihak luar sekolah yang dilibatkan.

TUJUAN

  1. Membina proses adaptasi peserta didik terhadap norma, ketentuan dan kultur kehidupan sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik;

  2. Memperkenalkan dan menyatukan peserta didik baru dengan warga sekolah lainnya dalam rangka membangun lingkungan sosial sekolah yang menyenangkan, inspiratif, edukatif, dan kondusif;

  3. Membangun kesadaran, tanggungjawab dan peran aktif peserta didik sebagai anak bangsa maupun sebagai anggota keluarga, warga sekolah, warga kota Bogor, warga NKRI dan warga dunia;

  4. Menanamkan wawasan wiyata mandala sehingga peserta didik memahami hak dan kewajibannya maupun fungsi dan peran sekolah, guru, siswa dan masyarakat lingkungan sekolah dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan pendidikan secara komprehensif dan berkelanjutan;

  5. Memperkenalkan berbagai kegiatan dan prestasi sekolah di bidang kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra-kurikuler dalam rangka mengelorakan motivasi peserta didik dalam mewujudkan cita-citanya sebagai bagian integral dari cita-cita bangsa Indonesia yang harus ditempa dengan penuh semangat, percaya diri, disiplin, dan dedikasi yang tinggi;

  6. Meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap masalah lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, aman, dan nyaman; serta

  7. Membina mental peserta didik dalam rangka menghasilkan insan Indonesia yang berahklaq mulia, memiliki ketahanan spiritual dan mampu membentengi dirinya dari berbagai penyakit masyarakat;

Bagian-2

PROGRAM KEGIATAN

  1. A. PENGERTIAN

    1. Masa Orientasi Siswa Berbasis Wawasan Kebangsaan (MOS-BWK) perlu dimengerti sebagai upaya untuk memperkaya materi kegiatan MOS dengan visi Kota Bogor dan wawasan kebangsaan yang sinergis dengan tujuan pendidikan nasional;

    2. Visi Kota Bogor adalah menjadi kota jasa yang nyaman dengan masyarakat madani dan pemerintahan amanah.

    3. Tujuan pendidikan nasional menurut UU Sistem Pendidikan Nasional No.20/2003 adalah menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

    4. Wawasan kebangsaan perlu dipahami sebagai cara pandang peserta didik untuk menempatkan dirinya sebagai anak bangsa dalam mengembangkan kemampuan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa (sesuai dengan fungsi pendidikan nasional, UU Sistem Pendidikan Nasional No.20/2003);

    5. Pada dasarnya pengayaan materi MOS dengan wawasan kebangsaan merupakan upaya pembudayaan dan aktualisasi jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia (NKBI). NKBI pada intinya adalah jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 (JSN-45). Aktualisasi JSN-45 tersebut, antara lain, diwujudkan dengan membangun kesadaran peserta didik sebagai anggota keluarga, warga sekolah, warga masyarakat Kota Bogor, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta warga dunia;

    6. Kesadaran peserta didik sebagai anggota keluarga, antara lain, diwujudkan dalam bentuk menghormati orang-tua, menumbuhkan rasa kasih sayang dan menjaga nama baik keluarga.

    7. Kesadaran peserta didik sebagai warga sekolah, antara lain, diwujudkan dalam bentuk kepatuhan dan ketaatan terhadap segala ketentuan yang diatur oleh sekolah. Melalui kepatuhan dan ketaatan ini diharapkan peserta didik mampu mawas diri dan olah budi, meningkatkan motivasi dan prestasi, serta ikut menjaga citra dan nama baik sekolah.

    8. Kesadaran peserta didik sebagai warga kota Bogor, antara lain, diwujudkan dalam bentuk mematuhi segala ketentuan peraturan perundang-undangan dan kearifan lokal kota Bogor. Selain itu diharapkan peserta didik memahami visi dan misi Kota Bogor maupun berpartisipasi aktif untuk ikut serta mewujudkan visi dan misi tersebut.

    9. Kesadaran peserta didik sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain, diwujudkan dalam bentuk cinta tanah air, cinta produksi dalam negeri, kesediaan untuk bela Negara, berperan aktif dalam menghadapi dan mengatasi hambatan, gangguan, ancaman dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta mematuhi sistem konstitusi Negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

10. Kesadaran peserta didik sebagai warga dunia, antara lain, diwujudkan dengan menjaga lingkungan hidup sebagai upaya pelestarian dunia, menguasai bahasa asing yang seimbang dengan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar, mempertebal rasa kebanggaan nasional, serta menempa diri menjadi manusia yang lebih efektif, kreatif dan produktif dalam rangka persaingan global.

  1. B. PRINSIP PENYELENGGARAAN MOS-BWK

    1. Prinsip edukatif. Hari pertama masuk sekolah selama 3 (tiga) hari diisi dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa Berbasis Wawasan Kebangsaan (MOS-BWK) yang bersifat edukatif dan bukan mengarah kepada tindakan destruktif dan atau berbagai kegiatan lain yang merugikan peserta didik baru baik secara fisik maupun secara psikologis;

    2. Prinsip partisipatif. Pelaksanaan MOS-BWK harus melibatkan secara aktif partisipasi guru, kakak kelas peserta didik, tenaga penunjang pendidikan dan pengawas sekolah. Mengingat kegiatan MOS-BWK merupakan bagian dari hari efektif pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, maka pelaksanaannya diatur oleh kepala sekolah, tidak meliburkan kelas yang ada dan mendorong partisipasi lebih besar segenap warga sekolah;

    3. Prinsip multi-metoda. Kegiatan MOS-BWK dilakukan selama jam belajar melalui pendekatan multi-metoda dengan altenatif kegiatan yang dapat dipilih, antara lain, seperti: (a) ceramah; (b) diskusi dan dinamika kelompok; (c) pembinaan mental dan spiritual; (d) perkenalan dan silaturahmi; (e) menghapalkan lagu kebangsaan dan nasional; (f) lomba dan penampilan olah raga dan seni; (g) permainan dan outbound; (h) pengenaan atribut dan yel-yel yang memiliki makna kejuangan dan cinta tanah air; (i) kegiatan kepramukaan dan baris-berbaris; (j) kegiatan bakti sosial, kesehatan dan lingkungan hidup; (k) pembentukan gugus siswa dalam rangka kebersamaan, peningkatan mutu pendidikan dan kepedulian sosial; (l) pengenal lingkungan sekolah; atau (m) kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif lainnya yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah;

    4. Prinsip efisien dan implementatif. Pelaksanaan MOS-BWK harus didasari dengan prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal, dan meriah sesuai kondisi dan kemampuan sekolah yang bersangkutan. Esensial dari MOS-BWK adalah mampu mengimplementasikan berbagai materi dengan multi-metoda yang tersedia. Adapun pendanaan pelaksanaan MOS dibebankan pada rencana anggaran dan kegiatan sekolah, dan/atau dapat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang tidak mengikat;

    5. Prinsip efektivitas pembinaan. Agar kegiatan MOS-BWK berjalan secara efektif diperlukan langkah-langkah yang meliputi (a) persiapan organisasi kepanitiaan, (b) penyusunan agenda acara, (c) pembagian kelompok/gugus, serta (d) pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung secara terpusat atau secara terpencar. Kegiatan terpusat diikuti sekaligus oleh seluruh peserta didik baru dan lama di bawah pimpinan seorang fasilitator. Kegiatan terpencar berlangung dalam kelompok atau gugus yang dipimpin fasilitator. Yang dimaksud fasilitator adalah pengendali acara, bisa kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, atau kakak kelas. Pembentukan kelompok/gugus sebaiknya tidak berdasarkan kelas-kelas yang telah dibentuk, tetapi disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang dikaitkan dengan dinamika kelompok.

    6. Prinsip Visi Bogor dan Wawasan Kebangsaan. Setiap materi kegiatan diusahakan sedemikian untuk diperkaya dengan orientasi visi dan misi kota Bogor maupun dengan aspek wawasan kebangsaaan. Materi kegiatan terdiri dari 20 topik dimana 5 topik merupakan materi wajib dan 15 topik sebagai materi pilihan. Dengan demikian selain memahami aspek persekolahan dan pendidikan, peserta didik baru juga memahami tentang visoning kota Bogor dan wawasan kebangsaan.

    7. Prinsip akuntabilitas. Akuntabilitas pelaksanaan MOS-BWK, antara lain, diwujudkan dalam bentuk (1) banyaknya sekolah yang mengirimkan wakilnya untuk mengikuti pemantapan pembinaan MOS-BWK dan memperoleh sertifikat dari Disdikpora Kota Bogor; (2) terbentuknya panitia berikut gugus dan kelompoknya; (3) banyaknya guru yang dilibatkan dan memperoleh penghargaan dari DHC BPK’45 Kota Bogor; (4) tercapainya minimal 4 dari 7 butir tujuan MOS-BWK; (5) terlaksananya penyampaian 5 topik materi wajib maupun 7 topik dari 15 materi pilihan; (6) banyaknya teknik pembinaan yang digunakan; (7) tidak adanya ekses perploncoan atau sejenisnya yang merugikan peserta didik baru secara fisik maupun psikologis; (8) besarnya pemahaman peserta didik baru akan Visi-Misi Kota Bogor; (9) besarnya pemahaman peserta didik tentang hakekat wawasan kebangsaan; (10) besarnya perhatian Muspida Kota Bogor dengan melakukan pembekalan maupun supervisi terhadap pelaksanaan MOS-BWK; (11) banyaknya sekolah yang mengirimkan laporan pembinaan MOS-BWK kepada panitia pengarah (steering committee) dan memperoleh penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor dalam rangkaian peringatan kemerdekaan RI, 17 Agustus 2009; (12) tersusunnya laporan pelaksanaan MOS-BWK tahun 2009 yang diharapkan menjadi model percontohan pertama pelaksanaan MOS di Indonesia; serta (13) terpublikasinya kegiatan MOS-BWK di kalangan masyakat melalui media masa dan media elektronik.

    8. Prinsip kontinuitas dan kaderisasi. Prinsip ini menekankan penting perbaikan mutu MOS-BWK secara berkelanjutan (continuous improvement). Untuk itu setiap sekolah perlu mengembangkan desain kegiatan yang diperbaiki setiap tahun yang diikuti perencanaan yang matang, pelaksanaan yang fleksibel, serta monitoring dan evaluasi. Keterlibatan kakak kelas perlu dipolakan sehingga terjadi proses kaderisasi gugus kepanitiaan. Guru atau instruktur yang dilibatkan dalam MOS-BWK diharapkan dapat berperan sebagai komunikator DHC BPK’45 Kota Bogor dalam rangka pembudayaan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuang bangsa Indonesia. Materi MOS-BWK yang relevan dengan kurikulum mata pelajaran tertentu, misalnya PPKN, perlu diintegrasikan dan diperkuat dengan kompetensinya.

C. MATERI PEMBINAAN MOS-BWK

Berikut ini disajikan materi wajib dan materi pilihan yang perlu dilaksanakan dalam MOS-BWK dengan memperhatikan prinsip multi-metode. Sebagai catatan perlu disampaikan bahwa huruf yang dicetak tebal/bold dalam daftar materi berikut ini adalah materi MOS sesuai Pedoman Pembinaan Masa Orientasi Siswa yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, Tahun 2008.

MATERI WAJIB:

  1. Wawasan wiyata mandala sebagai fungsi pendidikan nasional dalam mewujudkan jati diri dan akuntabilitas sekolah;

  2. Kesadaran berbangsa dan bernegara (Wawasan Kebangsaan) sebagai basis pembudayaan dan aktualisasi jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan bangsa.

  3. Tata krama dan budi pekerti sebagai pembudayaan kearifan lokal dan pembentukkan karakter bangsa yang bermartabat;

  4. Pengenalan kurikulum sebagai motivasi membangun cita-cita dan lima pilar belajar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menyeimbangkan penguasaan iptek dan imtaq, serta memenangkan persaingan global;

  5. Ibadah bersama dan pembina mental sebagai upaya untuk menghasilkan insan Indonesia yang berahklaq mulia, memiliki ketahanan spiritual dan mampu membentengi dirinya dari berbagai penyakit masyarakat.

MATERI PILIHAN:

  1. Peran sekolah dalam mewujudkan Visi Kota Bogor menjadi kota jasa yang nyaman dengan masyarakat madani dan pemerintahan amanah;

  2. Cara belajar efektif sebagai strategi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya (lima pilar belajar; Permendiknas No.22/2006);

  3. 3. Dinamika kelompok sebagai strategi untuk menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian sosial, memecahkan masalah dan mengambil keputusan, serta menghargai perbedaan dalam suasana yang demokratis dan menyenangkan (bhineka tunggal ikka);

  4. 4. Lomba kreativitas bidang seni sebagai upaya untuk menggali potensi seni dan menyeimbangkan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ);

  5. 5. Lomba kreativitas bidang olahraga sebagai upaya untuk menggali potensi olah-raga dan menumbuhkan jiwa sportivitas;

  6. Kepemimpinan sebagai basis kecakapan hidup dan kemampuan berorganisasi dalam menyiapkan pemimpin bangsa masa depan;

  7. 7. Memaknai perkenalan dengan warga sekolah sebagai upaya menciptakan suasana sekolah yang kondusif, inspiratif, dan komunikatif;

  8. Bakti sosial sebagai upaya untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan;

  9. Pemahaman bahaya narkoba dan HIV/AIDS untuk menghindari penyakit masyarakat sebagai musuh bangsa;

10. Memaknai Tata Upacara Bendera Sekolah sebagai penanaman disiplin, cinta tanah air, serta penghargaan terhadap perjuangan bangsa;

11. Memaknai baris-berbaris sebagai penanaman disiplin diri, kekompakan, kepatuhan dan ketaatan kepada pimpinan;

12. Pengenalan kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya menggali potensi peserta didik dalam pengembangan diri;

13. Memaknai pemanfaatan teknologi informasi secara positif dan bijaksana dalam pembelajaran dan pergaulan (HP, internet, facebook, dan lain-lain);

14. Wawasan kepramukaan sebagai basis penanaman dan implementasi wawasan kebangsaan;

15. Membangun komitmen bersama untuk meninggalkan kebiasaan coret-mencoret fasilitas umum dan sekolah sebagai upaya menjaga aset sekolah dan kenyamanan Kota Bogor.

  1. C. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN MOS-BWK

1. Pembentukan Panitia

  1. Pada hakekatnya Panitia MOS-BWK Kota Bogor terdiri dari dua unsur, yaitu unsur Steering Committee dan unsur Organizing Committee;

  2. Unsur Steering Committee merupakan gabungan personil dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Bogor dan dari DHC BPK’ 45 Kota Bogor;

  3. Unsur Organizing Committee merupakan panitia yang dibentuk oleh masing-masing sekolah. Untuk selanjutnya organizing committee disebut sebagai panitia;

  4. Pengawas sekolah sesuai dengan tupoksinya secara obligatori berperan sebagai steering committee;

  5. Panitia MOS-BWK sebaiknya sudah dibentuk sebelum liburan akhir tahun pelajaran sehingga panitia dapat melakukan persiapan dengan baik. Kepala sekolah sebagai penanggungjawab kegiatan sebaiknya mengembangkan kepanitiaan dari unsur guru, unsur siswa atau bisa pihak luar yang dipercaya sebagai instruktur/penceramah dalam memantapkan penyampaian/ pemberian materi. Kepala sekolah bersama panitia diharapkan dapat menambah contoh-contoh pengayaan materi kegiatan dengan hal-hal yang berkaitan dengan visi kota Bogor dan wawasan kebangsaan;

2. Pembentukan gugus/kelompok pelaksana

  1. Pembentukkan gugus/kelompok pelaksana MOS-BWK dimaksudkan agar kegiatan pembinaan peserta didik berjalan dengan lancar. Setiap gugus/ kelompok sedapat mungkin terdiri dari guru, fasilitator, peserta didik lama dan peserta didik baru. Jumlah gugus/kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik baru dan efektivitas pembinaan.

  2. Perbanding peserta didik baru dengan guru/fasilitator diharapkan 20:1, sedangkan antara peserta didik baru dan peserta didik lama diharapkan 5:1.

  3. Keterlibatan peserta didik lama dapat melalui format OSIS, kepramukaan, kelompok ilmiah remaja, atau unit kegiatan ekstra-kurikuler lainnya.

  4. Guru diharapkan dapat menjadi menjadi pengisi materi, koordinator masing-masing gugus/kelompok, atau menjadi fasilitator dalam bimbingan mental, diskusi, permainan, outbond dan kegiatan lainnya.

  5. Diusahakan penamaan gugus/kelompok dapat menginspirasi dan memotivasi peserta didik baru dengan semangat kejuangan dalam melestarikan kearifan budaya lokal, mengembangkan sains dan teknologi, membangun kejayaan nusantara, mencintai tanah air dan produk dalam negeri, serta menghormati pahlawan nasional dan setempat.

3. Penentuan diskripsi kerja

a. Steering Committee mengemban tugas untuk (1) menyusun Petunjuk Operasional Pembinaan MOS-BWK; (2) memberikan pembekalan dan pemantapan pelaksanaan pembinaan MOS-BWK kepada setiap perwakilan SLTP dan SLTA di Kota Bogor; (3) melakukan supervisi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan MOS-BWK di Kota Bogor; (4) melakukan analisis portofolio terhadap laporan pelaksanaan MOS-BWK yang dikirimkan setiap sekolah, kemudian melaporkan hasil pelaksanaan MOS-BWK secara keseluruhan kepada Wali Kota Bogor; (5) mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga agar peserta pembekalan dan pemantapan pelaksanaan pembinaan MOS-BWK dari setiap sekolah diberikan sertifikat; (6) mengusulkan kepada Ketua Harian DHC-45 Kota Bogor agar para guru yang memberikan materi MOS-BWK di masing-masing sekolah memperoleh penghargaan; (7) mengusulkan kepada Wali Kota Bogor agar sekolah yng telah melaksanakan MOS-BWK dan mengirimkan laporan secara tertulis kepada Steering Committee diberikan penghargaan;

b. Sesuai dengan prinsip dan materi MOS-BWK, organizing committee membagi habis tugas yang akan dilaksanakan, antara lain dalak bentuk (1) penentuan dan pengembangan materi, (2) pengelolaan masalah teknis, (3) masalah akomodasi, (4) masalah kesehatan, (5) masalah monitoring dan evaluasi, serta (6) mengantisipasi adanya ekses-ekses yang tidak diinginkan.

c. Setiap guru yang diterlibat baik sebagai pengisi materi, koordinator maupun fasilitator diharapkan menyiapkan rincian masing-masing diskripsi kerja secara tertulis untuk digunakan sebagai petunjuk teknis pelaksanaan MOS BWK di masing-masing sekolah.

4. Penyusunan Acara MOS-BWK

  1. Panitia mengadakan rapat persiapan untuk memilih dan mengembangkan materi sesuai kondisi dan kemampuan sekolah, kemudian menyusun jadwal acara. Dua gugus/kelompok yang berbeda dapat mempunyai susunan acara yang berlainan;

  2. Pelaksanaan acara diharapkan dapat mengakomodasi materi 5 wajib dan 15 materi pilihan dengan berbagai pendekatan metoda;

  3. Secara substantif, penyusunan acara harus memperhatikan kesesuaian antara aspek materi sebagai input, aspek pemberian materi sebagai proses, aspek diskusi dan penyelesaian penugasan sebagai output, serta aspek respons peserta didik baru terhadap materi-diskusi-penugasan sebagai out-come;

  4. Secara teknis, penyusunan acara juga harus dibarengi dengan (1) penentuan materi, (2) penentuan metode, (3) penentuan waktu dan lokasi, (4) penentuan penanggungjawab masing-masing acara, (5) penentuan pihak-pihak yang mengisi acara maupun yang terlibat dalam acara, serta (6) hal-hal yang bersifat khusus, misalnya peralatan instruksional, pakaian yang sesuai, pentingnya antisipasi petugas kesehatan, dan lain sebagainya;

  5. Dalam penyusunan acara, aspek psikologis peserta didik baru hendaknya diperhatikan dengan seksama. Mencairkan kebekuan dan menghangatkan suasana (ice-breaking) perlu diupayakan sebelum acara dimulai maupun setiap perpindahan dari acara menuju ke acara selanjutnya. Penjelasan maksud dan tujuan dari setiap acara yang akan diikuti perlu disosialisasikan sehingga peserta didik dapat mengikuti dan memahami secara penuh acara tersebut. Jika dalam suatu sesi terdapat suasana yang menegangkan, maka pelu diimbangi dengan suasana yang lebih menyenangkan;

  6. Setiap penyusunan acara hendaknya sudah dipersiapkan indikator keberhasilan dari acara tersebut yang dituangkan dalam lembar monitoring kegiatan. Lembaran ini berguna untuk mengevaluasi jalannya acara dan sebagai modal bagi pelaksanaan MOS dikemudian hari;

  7. Dalam penyusunan acara, pakaian peserta didik baru perlu diperhatikan. Misalnya pada hari pertama pakaian yang disarankan adalah seragam sekolah masing-masing mengingat acara lebih dititikberatkan pada ceramah dan diskusi kelompok; Misalnya pada hari kedua pakaian yang disarankan adalah seragam kepramukaan, mengingat acara lebih dititikberatkan pada kegiatan baris berbaris, simulasi tata upacara, simulasi kepemimpinan; Misalnya pada hari ketiga pakaian yang disarankan adalah pakaian olah raga mengingat acara lebih dititikberatkan pada olah raga, seni, bakti sosial, permainan, dan outbond;

  8. Dalam persiapan lokasi hendaknya diperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan peserta serta kelengkapan fasilitas dan peralatan yang diperlukan;

5. Pelaksanaan Kegiatan

  1. Panitia sebaiknya datang lebih awal dari peserta didik baru;

  2. Pelaksanaan kegiatan diupayakan selalu tepat waktu;

  3. Pengisi materi yang berasal dari luar sekolah paling lambat dikonfirmasi sehari sebelum acara dimulai;

  4. Setiap pelaksanaan kegiatan selalu dilakukan review terhadap indikator keberhasilan acara tersebut.

6. Pemantapan Kegiatan

Pemantapan kegiatan ini dimaksudkan agar MOS-BWK terlaksana dengan lebih baik dari tahun ke tahun. Beberapa pendekatan yang dilakukan antara lain:

  1. Penyusunan buku Petunjuk Operasional Pembinaan MOS-BWK;

  2. Pembekalan kepada salah satu perwakilan panitia MOS-BWK sekolah. Pembekalan ini bersifat pelatihan untuk pelatih, sehingga person tersebut mengemban tanggungjawab untuk melatih panitia lainnya di sekolah;

  3. Selain PUP, person tersebut bertanggungjawab untuk mengembangkan materi kegiatan MOS-BWK baik yang bersifat wajib atau pilihan sesuai dengan multi-metoda yang dipilih bersama;

  4. Selain PUP dan penyusunan acara, person tersebut bertanggungjawab untuk mengisi borang dalam rangka pengukuran indikator keberhasilan;

  5. Penyusunan dan pengiriman Laporan Pelaksanaan Pembinaan MOS-BWK dari masing-masing sekolah kepada Panitia MOS-BWK Kota Bogor.

Bagian-3

PENUTUP

Pedoman pembinaan MOS-BWK ini merupakan upaya untuk lebih memudahkan penyelenggaraan masa orientasi siswa di masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi masing-masing sekolah.

Pedoman pembinaan ini akan lebih berarti apabila diikuti peran aktif dan kreatif kepala sekolah dan unsur sekolah lainnya serta dukungan orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat.

Mudah-mudahan dengan terselenggaranya MOS-BWK dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pembinaan awal ke arah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar.

Lampiran-1

SUSUNAN PANITIA PELAKSANA PEMANTAPAN KOMUNIKATOR

DALAM RANGA MASA ORIENTASI SISWA BERBASIS WAWASAN KEBANGSAAN

TINGKAT SLTP, SLTA, DAN SEDERAJAT

Pelindung

Drs. H. Diani Budiarto Wali Kota Bogor/Ketua Umum DHC BPK’45

Penanggungjawab

Kepala Disdikpora Drs. Aim Halim Hermana, MM

Ketua Harian DHC BPK’45 H. Sambas Bratasondjaja, SH

Pimpinan

Ketua H. Teddy Saleh DHC BPK’45

Wakil Ketua Drs, Sony Nasution Disdikpora

Sekretaris Drs. Oman Komarudin, S.Pd, MM Disdikpora

Bendahara Dra. Nia Sonia, MM DHC BPK’45

Bidang Administrasi

Koordinator H. Mar’ie Saleh DHC BPK’45

Wakil Koordinator Drs. H. Sudarma, SG, MM Disdikpora

Anggota 1. H. A. Hidayat DHC BPK’45

2. Sofiatul M Disdikpora

3. Dra. Betty Sukmaningsih, M.Pd Disdikpora

Bidang Teknis

Koordinator Drs. Hasannul Arifin Atha, MM DHC BPK’45

Wakil Koordinator Drs. H. Ridwan Djamaludin Disdikpora

Anggota 1. Deddy Karyadi, SE DHC BPK’45

2. Sri Sugiharti, S.Pd Disdikpora

3. Drs. Makmur Disdikpora

Bidang Pengawasan dan Pengendalian

Koordinator Drh. RP. Agus Lelana, SpMP., MSi DHC BPK’45

Wakil Koordinator H. Iwam Roswandi, SE. MM DHC BPK’45

Anggota 1. Dra. H. Nia Sonia Disdikpora

2. Drs. H. E. Iyod Sasmita DHC BPK’45

3. Drs. H. Ridwan Djamaludin Disdikpora

4. Dra. Uzi Fauziah, MM Disdikpora

5. Dra. Riyana Yani, M.Pd Disdikpora

6. Drs. M. Usman, M.Pd Disdikpora

Tim Penyusun Buku Petunjuk Operasional Pembinaan MOS-BWK Kota Bogor

Penyusun RP Agus Lelana, Hj. Nia Sonia, H. Teddy Saleh

Saran Saran H. Sambar Bratasandjaja, H. Iwan Roswandi, Iyod Sasmita,

H. Ridwan Djamaludin, Hasannul Arifin Atha, Makmur

Asisten Ifan Heronuddin

Lampiran-2

Format Laporan Pembinaan MOS-BWK Sekolah

1. Fisik Laporan

a. Cover luar plastik warna biru untuk SLTP dan warna kuning untuk SLTA;

b. Cover dalam warna putih dengan mencantumkan (diurut dari atas ke bawah) nama sekolah, judul laporan ‘Laporan Pembinaan MOS-BWK Tahun 2009’, logo sekolah, keterangan instansi dan tahun;

c. Ukuran kertas A4;

d. Font Arial 11;

e. Lembar pengesahan ditandatangani oleh ketua panitia/koordinator kegiatan dan diketahui oleh kepala sekolah;

2. Profil Sekolah

  1. Nama Sekolah;

  2. Nama Kepala Sekolah;

  3. Alamat Sekolah;

  4. Telepon Sekolah;

  5. HP Kepala Sekolah;

  6. Website dan email sekolah;

  7. Jumlah guru/instruktur;

  8. Jumlah Tenaga Penunjang;

  9. Jumlah Total peserta didik;

  10. Jumlah Peserta;

2. Panitia MOS-BWK Sekolah

  1. Struktur organisasi panitia;

  2. Nama ketua panitia/koordinator kegiatan berikut jabatan di sekolah;

  3. Jumlah guru yang terlibat;

  4. Daftar nama guru yang terlibat berikut diskripsi tugas;

  5. Perkiraan jumah kakak kelas yang terlibat;

  6. Daftar nama organisasi siswa yang terlibat;

  7. Jumlah dan daftar nama kelompok/gugus yang dibentuk;

3. Acara, Metoda, dan Materi

a. Sebutkan susunan acara dengan menjelaskan topik (materi wajib/pilihan), tempat, waktu, metoda, pengisi acara dan keterangan lain yang perlu dilaporkan;

b. Sebutkan metoda pelaksanaan kegiatan berikut penjelasan singkat dari metode tersebut;

c. Sebutkan perincian materi pembinaan MOS-BWK dengan menjelaskan judul topik, pokok pemikiran, tujuan dan sasarannya;

4. Makalah, pengayaan acara dan internalisasi nilai-nilai;

  1. Berikan pokok-pokok pemikiran sambutan Kepala Sekolah dalam acara sambutan atau pembekalan MOS-BWK(jika ada materi lengkap berikan dalam lampiran);

  2. Berikan makalah atau bahan presentasi (power point) (dalam lampiran);

  3. Berikan contoh-contoh tugas yang diberikan kepada peserta didik baru;

  4. Berikan contoh-contoh reward, punishment, yel-yel dan/atau lagu untuk membangun semangat kejuangan ataupun rasa cinta tanah air;

  5. Berikan contoh-contoh pernyataan atau komitmen peserta didik baru yang diharapkan menjadi nilai-nilai baru atau paradigma baru dikaitkan dengan kewajiban peserta didik dengan alternatif sebagai anak bangsa, sebagai anggota keluarga, sebagai warga sekolah, sebagai warga Kota Bogor, sebagai warga NKRI atau sebagai warga dunia;

5. Dokumentasi

Berikan gambaran atau foto dokumentasi pelaksanaan MOS-BWK berikut keterangannya, termasuk jika ada atribut-atribut yang digunakan peserta didik baru yang bernuansa wawasan kebangsaan;

6. Partisipasi dan kreativitas

a. Berikan contoh-contoh bentuk partisipasi kakak kelas dalam pelaksanaan MOS-BWK;

b. Berikan bentuk-bentuk kreativitas kakak kelas dan peserta didik baru dalam pelaksanaan MOS-BWK yang mengarah pada tercapainya 7 tujuan MOS-BWK.

7. Diskusi, Kesimpulan dan Saran-Saran

a. Berikan gambaran perbedaan pelaksanaan MOS-BWK pada tahun 2009 dibandingkan dengan pelaksanaan MOS pada tahun 2007 atau 2008;

b. Berikan kesimpulan tentang keunggulan atau nilai tambah pelaksanaan MOS-BWK 2009;

b. Berikan saran-saran bagi perbaikan pelaksanaan MOS-BWK untuk masa yang akan datang.

Lampiran-3

Contoh Pengembangan dan Pengintegrasian Materi dan Metoda MOS-BWK 2009

No

Materi

Metoda Utama

(bobot ++)

Metode Penunjang

(bobot +)

Bobot

1.

Wawasan wiyata mandala sebagai fungsi pendidikan nasional dalam mewujudkan jati diri dan akuntabilitas sekolah

Ceramah

diskusi dan dinamika kelompok

Pengenalan lingkungan sekolah

++++

2.

Kesadaran berbangsa dan bernegara (Wawasan Kebangsaan) sebagai basis pembudayaan dan aktualisasi jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan bangsa

ceramah

menghapalkan lagu kebangsaan dan nasional

pengenaan atribut dan yel-yel yang memiliki makna kejuangan dan cinta tanah air

++++

3.

Tata krama dan budi pekerti sebagai pembudayaan kearifan lokal dan pembentukkan karakter bangsa yang bermartabat

ceramah

pembinaan mental dan spiritual

+++

4.

Pengenalan kurikulum sebagai motivasi membangun cita-cita dan lima pilar belajar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menyeimbangkan penguasaan iptek dan imtaq, serta memenangkan persaingan global

ceramah

diskusi dan dinamika kelompok

Pengenalan lingkungan sekolah

++++

5.

Ibadah bersama dan pembina mental sebagai upaya untuk menghasilkan insan Indonesia yang berahklaq mulia, memiliki ketahanan spiritual dan mampu membentengi dirinya dari berbagai penyakit masyarakat.

pembinaan mental dan spiritual

diskusi dan dinamika kelompok

Pengenalan lingkungan sekolah

++++

6.

Peran sekolah dalam mewujudkan Visi Kota Bogor menjadi kota jasa yang nyaman dengan masyarakat madani dan pemerintahan amanah

diskusi dan dinamika kelompok

kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif lainnya

+++

7

Cara belajar efektif sebagai strategi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya (lima pilar belajar; Permendiknas No.22/2006);

ceramah

diskusi dan dinamika kelompok

+++

8.

Dinamika kelompok sebagai strategi untuk menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian sosial, memecahkan masalah dan mengambil keputusan, serta menghargai perbedaan dalam suasana yang demokratis dan menyenangkan (bhineka tunggal ikka)

diskusi dan dinamika kelompok

permainan dan outbound

+++

9.

Lomba kreativitas bidang seni sebagai upaya untuk menggali potensi seni dan menyeimbangkan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ).

lomba dan penampilan olah raga dan seni

permainan dan outbound

+++

10.

Lomba kreativitas bidang olahraga sebagai upaya untuk menggali potensi olah-raga dan menumbuhkan jiwa sportivitas.

lomba dan penampilan olah raga dan seni

permainan dan outbound

+++

11.

Kepemimpinan sebagai basis kecakapan hidup dan kemampuan berorganisasi dalam menyiapkan pemimpin bangsa masa depan

Ceramah

permainan dan outbound

diskusi dan dinamika kelompok

++++

12.

Memaknai perkenalan dengan warga sekolah sebagai upaya menciptakan suasana sekolah yang kondusif, inspiratif, dan komunikatif

perkenalan dan silaturahmi

permainan dan outbound

Pengenalan lingkungan sekolah

++++

13.

Bakti sosial sebagai upaya untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan

kegiatan bakti sosial, kesehatan dan lingkungan hidup

Pengenalan lingkungan sekolah

+++

14.

Pemahaman bahaya narkoba dan HIV/AIDS untuk menghindari penyakit masyarakat sebagai musuh bangsa

Ceramah

pembinaan mental dan spiritual

+++

15.

Memaknai Tata Upacara Bendera Sekolah sebagai penanaman disiplin, cinta tanah air, serta penghargaan terhadap perjuangan bangsa

kegiatan kepramukaan dan baris-berbaris

pengenaan atribut dan yel-yel yang memiliki makna kejuangan dan cinta tanah air

+++

16.

Memaknai baris-berbaris sebagai penanaman disiplin diri, kekompakan, kepatuhan dan ketaatan kepada pimpinan

kegiatan kepramukaan dan baris-berbaris

pengenaan atribut dan yel-yel yang memiliki makna kejuangan dan cinta tanah air

+++

17.

Pengenalan kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya menggali potensi peserta didik dalam pengembangan diri

kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif

perkenalan dan silaturahmi

+++

18.

Memaknai pemanfaatan teknologi informasi secara positif dan bijaksana dalam pembelajaran dan pergaulan (HP, internet, facebook, dan lain-lain)

diskusi dan dinamika kelompok

kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif lainnya

+++

19.

Wawasan kepramukaan sebagai basis penanaman dan implementasi wawasan kebangsaan

kegiatan kepramukaan dan baris-berbaris

permainan dan outbound

+++

20.

Membangun komitmen bersama untuk meninggalkan kebiasaan coret-mencoret fasilitas umum dan sekolah sebagai upaya menjaga aset sekolah dan kenyamanan Kota Bogor

pembinaan mental dan spiritual

Pengenalan lingkungan sekolah

kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif lainnya

++++

Catatan: Semakin banyak tanda (+)menunjukkan besarnya vovot dan pentingnya materi tersebut dipahami oleh peserta didik baru.

Lampiran-4

Contoh Perincian Metode Pembinaan MOS-BWK

1. Ceramah.

a. Pembukaan oleh Pembawa Acara; pembawa acara perlu memperhatikan suasana peserta, jika suasananya dingin dan beku perlu diberikan sisipan ice breaking, namun jika suasananya ramai dan masing-masing tidak berkonsentrasi perlu disisipkan permainan agar suasana dapat terkendali;

b. Pengenalan Moderator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan moto hidup yang bersangkutan;

c. Pengenalan Pengisi Materi Ceramah disampaikan oleh moderator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan moto hidup yang bersangkutan

d. Presentasi disarankan diperinci dalam beberapa sub-topik yang masing-masing memiliki durasi penyampaian 3-7 menit. Setiap sub-topik memuat (1) pokok pemikiran, (2) dua sampai lima contoh dari pokok pemikiran tersebut yang mudah dipahami oleh peserta didik baru, serta (3) hal-hal penting yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh peserta didik

e. Tanya-Jawab dipimpin oleh moderator dengan mengakomodasi dan memperhatikan banyaknya penanya, banyaknya jenis pertanyaan dan urgensi dari pertanyaan tersebut bagi pihak sekolah maupun bagi peserta didik itu sendiri.

f. Penghayatan/pemahaman materi dipimpin oleh moderator dengan meminta peserta secara kompetitif untuk membuat resume presentasi dan pentingnya bagi peserta didik.

g. Pemberian reward. Peserta yang berani untuk tampil dan membacakan resume yang dibuat atau peserta yang memiliki resume yang bermutu maka akan mendapat reward dari panitia. Reward ini bisa berupa stiker bintang yang ditempelkan pada tanda nama peserta atau hadiah lainnya.

h. Epilog. Acara ini memakan waktu 2-5 menit terakhir dari ceramah yang bisa berupa closing statement dari penceramah atau dari moderator. Diusahakan, selain berkaitan dengan topik ceramah, closing statement ini hendaknya dapat dikaitkan dengan pentingnya mewujudkan visi kota Bogor maupun wawasan kebangsaan.

2. Diskusi dan dinamika kelompok

a. Pembukaan oleh Pembawa Acara;

b. Pengenalan Fasilitator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan moto hidup yang bersangkutan disampaikan oleh pembawa acara;

c. Penyampaian pokok permasalahan. Pokok permasalahan dapat diturunkan dari topik 5 materi wajib atau 15 materi pilihan. Penyampaian ini memiliki durasi penyampaian 5-10 menit. Penyampaian ini meliputi (1) penyampaian judul topik, (2) penyampaian pokok permasalahan yang berkaitan dengan topik tersebut; (3) penyampaian dua sampai lima contoh dari permasalahan tersebut; (4) penyampaian dampak negatif yang akan terjadi jika pokok permasalahan tersebut tidak diatasi; (5) penyampaian tugas peserta didik dalam mengantisipasi pokok permasalahan tersebut.

d. Diskusi Kelompok. Kegiatan ini melibatkan peserta didik yang dibagi dalam kelompok yang lebih kecil (tidak lebih dari 10 orang) atau disebut sub-kelompok. Setiap sub-kelompok ini secara pararel membentuk lingkaran kecil untuk mendiskusikan pokok permasalahan yang telah disampaikan oleh fasilitator. Setiap sub-kelompok menunjuk pimpinan dan sekretaris diskusi. Hakekat dari kegiatan ini adalah ingin menghargai setiap pendapat yang disampiakan oleh peserta didik. Caranya adalah dengan mencatat adanya kesamaan atau perbedaan pendapat dari masing-masing peserta didik. Setelah itu pendapat-pendapat tersebut diurutkan berdasarkan besarnya bobot permasalahan tersebut atau berdasarkan alternatif pemecahan permasalahan tersebut.

e. Dinamika kelompok. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari diskusi kelompok berupa presentasi dari masing-masing pimpinan sub-kelompok dalam kelompoknya. Setelah itu, peserta didik dari kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi/mengkomentari presentasi tersebut. Dalam hal ini fasilitator memegang peran penting untuk mengendalikan jalannya dinamika kelompok dengan mengatur arus perbedaan dan kesamaan pendapat maupun arus dukungan dan penolakan atas pendapat pendapat tersebut.

f. Pemberian reward. Peserta yang berani untuk tampil menjadi pimpinan dan sekretaris sub-kelompok maupun memberikan pendapat yang obyektif, konstruktif dan bermutu, maka akan mendapat reward dari panitia. Reward ini bisa berupa stiker bintang yang ditempelkan pada tanda nama peserta atau hadiah lainnya.

g. Epilog. Acara ini memakan waktu 2-3 menit terakhir dari diskusi dan dinamika kelompok berupa closing statement dari fasilitator. Diusahakan, selain berkaitan dengan pemecahan pokok permasalahan, closing statement ini hendaknya dapat dikaitkan dengan pentingnya mewujudkan visi kota Bogor maupun wawasan kebangsaan.

3. Pembinaan Mental

a. Pembukaan oleh Pembawa Acara; pembawa acara perlu memperhatikan suasana peserta, jika suasananya dingin dan beku perlu diberikan sisipan ice breaking, namun jika suasananya ramai dan masing-masing tidak berkonsentrasi perlu disisipkan permainan agar suasana dapat terkendali;

b. Pengenalan Fasilitator dengan membacakan riwayat hidup singkat dan moto hidup yang bersangkutan disampaikan oleh pembawa acara;

c. Fasilitator menyampaikan pokok pemikiran atau pokok permasalahan yang perlu disikapi berupa perubahan cara pandang (paradigma) ataupun perubahan perilaku peserta didik.

d. Teknik penyampaian pokok pemikiran atau pokok permasalahan. Berbagai teknik dapat dikembangkan untuk menyampaikan pokok pemikiran atau pokok permasalahan ini, misalnya dengan pembacaan puisi, penampilan teater mini, pemutaran video, penyajian multi media, menutup mata peserta didik, diiringi dengan musik latar, menghadirkan pelaku penderita yang telah insyaf, memberikan perumpamaan atau gambaran tentang dampak negatifnya terhadap kesehatan jasmani, rohani dan sosial, serta hal-hal lain yang relevan. Pada intinya teknik ini dimaksudkan agar terjadi proses mental dan kesadaran baru di kalangan peserta didik;

e. Menilai respons proses mental peserta didik. Berbagai teknik dapat dikembangkan untuk melihat adanya respons proses mental peserta didik. Misalnya dengan adanya peserta didik yang menangis, menjawab pertanyaan dengan pola pikir baru, menyampaikan penyesalan, menyampaikan komitmen untuk bersikap yang positif, menyampaikan kesediaan untuk meninggalkan hal-hal yang negatif, atau hal-hal lain yang mudah diamati.

f. Mengembalikan suasana psikologis. Mengembalikan suasana psikologis harus segera dilakukan setelah terjadi proses mental di kalangan peserta didik. Hal ini dimaksudkan penyiapkan kesiapan peserta didik untuk menghadapi acara berikutnya, maupun untuk menghindari berkembangnya suasana depresi. Misalnya dengan dipimpin berdoa atau kembali diperkenalkan yel-yel yang bersifat gembira.

g. Epilog. Acara ini memakan waktu 2-3 menit terakhir berupa closing statement dari fasilitator. Diusahakan closing statement ini menekankan pentingnya memahami perubahan diri yang lebih positif dengan penuh kedewasaan.

4. Menghapalkan lagu kebangsaan dan lagu nasional

Keterangan:

Berbagai cara dapat dikembangkan agar peserta didik dapat menghapal lagi kebangsaan dan lagu nasional Indonesia, diantaranya dengan (a) dalam rangka upacara bendera, (b) dalam rangka pembukaan atau penutupan kegiatan, (c) sebagai selingan lagu setiap pergantian acara, (d) sebagai bagian dari permainan dan outbond, atau (e) sebagai bentuk punishment dengan menyanyikan lagu nasional.

5. Lomba dan penampilan olah raga dan seni

Keterangan:

a. Lomba dan penampilan olah raga dan seni dimaksudkan untuk menggali potensi peserta didik di bidang olah raga, seni-beladiri maupun seni-budaya dalam suasana yang menyenangkan;

b. Lomba olah raga dimaksudkan untuk meningkatkan jiwa sportivitas dan rasa kesetia-kawanan secara positif. Dalam pelaksanaan MOS-BWK ini lomba olah raga antara peserta didik baru dengan kakak kelas sebaiknya dihindarkan;

c. Lomba olah raga atau seni beladiri dimaksudkan untuk menekankan pentingnya kekuatan untuk mempertahankan dan melindungi diri, bukan untuk hal-hal negatif, seperti tawuran;

d. Lomba seni dimaksudkan untuk mengasah dan menharmonikan wirasa, wirama dan wiraga sebagia basis mengembangan budi-pekerti;

6. Permainan dan outbond

Keterangan:

a. Pada prinsipnya permainan dan outbond merupakan bentuk penanaman nilai-nilai positif kepada peserta didik dengan cara yang bermain dan menyenangkan;

b. Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan teknik permainan dan outbond sesuai dengan kemampuannya.

7. Pengenaan atribut dan yel-yel yang memiliki makna kejuangan dan cinta tanah air

Keterangan:

a. Pada prinsipnya pengenaan atribut dan yel-yel yang memiliki makna kejuangan dan cinta tanah air dimaksudkan untuk menggantikan yel-yel yang sering dikembangkan dalam acara MOS. Secara tidak langsung hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan peserta didik.

b. Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk menciptakan yel-yel yang menarik, menyenangkan dan menggelorakan semangat kejuangan bangsa.

8. Kegiatan kepramukaan dan baris-berbaris

Keterangan:

a. Beberapa sekolah meyampaikan argumentasi bahwa kegiatan kepramukaan merupakan cara praktis untuk mengenalkan wawasan kebangsaaan kepada peserta didik;

b. Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan dan atau baris-berbaris sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.

9. Kegiatan bakti sosial, kesehatan dan lingkungan hidup

Keterangan:

a. Beberapa sekolah meyampaikan argumentasi bahwa kegiatan bakti sosial, kesehatan dan lingkungan hidup merupakan cara praktis dan implementatif untuk meningkatkan kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan bagi peserta didik;

b. Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk melaksanakan kegiatan Kegiatan bakti sosial, kesehatan dan lingkungan hidup sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.

10. Pembentukan gugus siswa dalam rangka kebersamaan, peningkatan mutu pendidikan dan kepedulian sosial

Keterangan:

a. Pembentukan gugus siswa dipertimbangkan sebagai cara efektif dan implementatif untuk mengurangi kesenjangan komunikasi antara peserta didik baru dengan kakak kelasnya;

b. Titik berat pembentukkan gugus siswa adalah mengembangkan kepedulian antar peserta didik untuk saling memberikan support dalam rangka kebersamaan, peningkatan mutu pendidikan dan kepedulian sosial;

c. Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk mengembangkan gugus siswa sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.

11. Pengenal lingkungan sekolah

Keterangan:

a. Yang dimaksud lingkungan sekolah dapat berupa lingkungan fisik, biologi dan sosial;

b. Indikator peserta didik dapat mengenali lingkungan fisik sekolah antara lain dapat menggambarkan denah sekolah, termasuk sistem drainase dan tempat pembuangan sampah. Kepentingan mengenali lingkungan sekolah sejak dini dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik untuk memeriksakan kesehatan di UKS, berkonsultasi dengan guru BP, meminta ijin kepada guru piket dan lain sebagainya;

c. Sasaran peserta didik mengenal lingkungan biologi, antara lain menekankan pentingnya fungsi tanaman dan hijauan sebagai proses pendukung ketersediaan oksigen yang penting dalam menunjang proses belajar-mengajar. Selain itu diharapkan meningkatkan partisipasi peserta didik dalam rangka menghijaukan lingkungan sekolah dalam mendukung Bogor Adipura;

d. Pengenalan lingkungan sosial sangat penting untuk mengadaptasi peserta didik terhadap lingkungan masyarakat baru. Salah satu sasaran yang perlu dicapai adalah menggantikan konsep senioritas dengan konsep silaturahmi atau konsep persaudaraan; serta

e. Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kreativitas untuk melaksanakan kegiatan pengenal lingkungan sekolah sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.

12. Kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif lainnya yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah

Keterangan:

Setiap sekolah dipersilahkan mengembangkan kegiatan kreatif, edukatif dan inspiratif sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: